Sejarah
SMP Negeri 4 Semin · Gunungkidul
Dari Satu Ruang
Menjadi Sekolah Negeri
Berawal dari 17 peserta didik di satu ruang serbaguna pada 2007, SMP Negeri 4 Semin tumbuh lewat pergantian enam kepemimpinan hingga hari ini. Gulir ke bawah untuk menelusuri jejaknya.
Cikal Bakal: SD–SMP Satu Atap Sedono
Berdiri berdampingan dengan SD Negeri Sedono, dengan fasilitas yang masih sangat terbatas: satu ruang serbaguna dan satu ruang kelas. Kepemimpinan awal dipegang oleh Bapak Edi Sutrisno, A.M.Pd.
Di akhir tahun 2007, sekolah menerima bantuan dana dekonsentrasi untuk membangun dua ruang kelas baru, meski pembangunannya belum sepenuhnya rampung.
Resmi Menjadi SMP Negeri 4 Semin
Berdasarkan Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 28/KPTS/2008, SD–SMP Satu Atap Sedono resmi berubah status menjadi SMP Negeri 4 Semin, beralamat di Desa Pundungsari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul.
Kepemimpinan Bapak Hargo Warsono, S.Pd.
Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah terus meningkat, tercermin dari jumlah peserta didik baru yang bertambah: 60 siswa (2 rombel) pada 2008/2009, disusul 46 siswa (2 rombel) pada 2009/2010.
Sarana prasarana turut berkembang dengan tambahan dua Ruang Kelas Baru dan gedung Laboratorium IPA.
Kepemimpinan Bapak Kisworo, S.Pd.
Sekolah kembali memperoleh bantuan berupa satu Ruang Kelas Baru serta gedung perpustakaan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Kepemimpinan Ibu Ch. Maryuni Tri Suatmini, S.Pd.
Sekolah semakin berkembang dan tertata, baik dari segi sarana prasarana maupun kegiatan pendidikan dan kesiswaan.
Kepemimpinan Ibu Surti Alfiah, S.Pd., M.B.A.
Fasilitas sekolah semakin dioptimalkan — perpustakaan dan Laboratorium IPA dibenahi, sanitasi meningkat, dan akses internet kabel maupun Wi-Fi mulai tersedia untuk mendukung pembelajaran dan administrasi.
Gedung kantor baru mulai difungsikan sebagai Ruang Kepala Sekolah, Ruang Tamu, Ruang Tata Usaha, dan Ruang Guru.
Kepemimpinan Bapak Sulino, S.Pd., M.Pd.
Di bawah kepemimpinan beliau saat ini, sekolah terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan, serta pengembangan sarana dan prasarana — menuju lingkungan belajar yang nyaman, maju, dan berdaya saing.
Posting Komentar untuk "Sejarah"
Silakan memberikan komentar yang santun, edukatif, dan sesuai etika sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung lingkungan digital sekolah yang positif. Terima kasih.